kumpulan tempat camping jawa timur

  • Home
  • About Me
  • Contact
  • Home
  • Post Umum
  • Perlengkapan Untuk Camping
  • Larangan saat camping
  • Tips camping

Sunday, September 27, 2015

Pantai Watu ulo

 Unknown     11:00 PM     No comments   

  Pantai Watu Ulo adalah sebuah pantai yang terletak di pantai selatan Jawa Timur, tepatnya di desa Sumberejo, kecamatan Ambulu, Jember, kira-kira 40 km di sebelah selatan kota Jember. Terdapat juga pantai Pasir Putih yang terdapat disebelah barat pantai Watu Ulo, jika akan kesana harus membayar.

"Watu Ulo" berarti "batu ular" dalam bahasa Jawa. Nama ini mengacu pada rangkaian batu karang yang memanjang dari pesisir pantai ke laut. Di panti ini juga terdapat aneka penjualan kerajinan dari laut seperti karang, bekas rumah kecomang dan lain - lain.

Setiap tanggal 1 sampai 10 Syawal, setelah Lebaran, diadakan pekan raya dengan acara hiburan dan penjualan hasil kerajinan nelayan setempat.

Upacara Petik Laut atau Larung Sesaji atau juga "Hari Raya Ketupat" diadakan setiap tanggal 7 Syawal. Dalam upacara ini masyarakat nelayan setempat melemparkan sesaji ke laut. Hal ini bertujuan untuk memberikan rasa terimaksih.


Mitos pantai watu ulo

  Masyarakat Jember menceritakan bahwa nama pantai Watu Ulo bermula dari kisah berikut. Pada zaman dahulu Ajisaka (baca: Ajisoko) datang ke tanh Jawa. Di Jawa, negeri Medang Kamula, ia mengajarkan ilmu pengetahuan agama dan kesaktian kepada masyarakat. Saat mengajari murid-muridnya, ilmunya didengar ayam yang sedang mencari makan di bawah pondok perguruannya. Seharusnya, siapapun tidak boleh mendengar ajaran Ajisaka, selain murid yag sudah diijinkan. Karena mendengar matra-mantra yang diajarkan kepada muridya, seekor ayam itu mendadak bertelur yang amat besar, tidak seperti biasanya.

Saat telur itu dierami dan menetas, ternyata yang keluar dari cangkang telur bukan anak ayam, tetapi anak naga raksasa, yang mampu berbicara seperti manusia. Anak naga itu bicara terus, dan menanyakan siapa ayahnya. Oleh masyarakat setempat naga itu diberi tahu kalau ingin tahu siapa ayahnya, disuruh tanya ke rang sakti bernama Ajisaka. Lalu, anak naga itu mendatangi Ajisaka dan bertanya siapa ayahnya. Ajisaka tidak terkejut, lalu diberi tahulah anak naga itu bahwa sebenarnya anak naga itu memang anaknya yang tercipta dari telur ayam lewat mantra-mantra. Walaupun mengakui naga itu sebagai anaknya, Ajisaka tidak mengijinkan naga itu ikut dengannya. Ajisaka menyuruh anak naga itu bertapa di pantai laut selatan. Kemudian anak naga itu bertapa di pantai selatan.

Saat bertapa, naga itu sesekali bangun dari meditasi untuk makan binatang apa saja di sekitarnya. Ratusan tahun ia bertapa, badannya tambah besar. Badannya di Jember, kepalanya sampai Banyuwangi, dan ekornya memanjang sampai Jawa Tengah. Karena tubuhnya membesar akibatnya makanan di sekitarnya tidak cukup, maka sesekali naga itu mencari makan di tengah laut selatan.

Karena lamanya bertapa sampai badannya ditumbuhi lumut seperti kayu. Suatu hari, penduduk di sekitar pertapaan naga kehabisan kayu bakar. Penduduk menemukan kayu besar dan memanjang maka dipotonglah kayu itu. Saat dipotong kayu itu mengeluarkan getah seperti darah, sehingga semua penduduk terheran-heran tetapi penduduk tetap saja mengambilnya sebagai kayu bakar.

Sampai sekarang naga yang telah besar itu masih bertapa di pantai laut selatan, tetapi tubuhnya tidak lengkap lagi karena dipotong penduduk untuk kayu bakar, tinggal kepalanya ada di Banyuwangi, badannya di pantai selatan Jember, dan ekornya di Jawa Tengah. Bagian-bagian tubuh itu mengeras seperti batu, dan sampai sekarang masih bisa ditemukan batu-batu seperti sisik kulit ular di pantai selatan Jember. Oleh penduduk, pantai itu disebut pantai “Watu Ulo” (Batu Ular) karena batu-batunya tersusun seperti sisk kulit ular. Konon pada saatnya naga itu akan berubah menjadi manusia yang sakti dan akan menjadi pemipin dan penguasa di tanah Jawa atau Indonesia. (Dikumpulkan dan diceritakan ulang dari cerita masyarakat Jember dan sekitarnya)

  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg
Email ThisBlogThis!Share to XShare to Facebook
Newer Post Older Post Home

0 komentar:

Post a Comment

Join Now

Popular Posts

  • jauhi kegiatan ini saat kemah
        setiap suku itu pasti memiliki nenek moyang, dan nenek moyang kita pasti pernah mengajarkan hal hal yang dilarang atau lebih tepatny...
  • 7 Kebiasaan baik stop sampah dan vandalisme di gunung
      Tidak meninggalkan apapun kecuali Jejak Kaki” begitulah penggalan kalimat yang harus selalu diingat para pecinta alam. Masihkah kamu mera...
  • Hal yang tidak boleh di lakukan saat Camping
    1. Jangan Bawa Produk coklat apapun ke tas (Pengalaman mengatakan bahwa itu akan meleleh ditempat) 2. Jangan Minum susu apalagi “B...
  • Puncak B29 Wajib Kunjung
     Puncak Gunung B29 terletak di desa Argosari Kabupaten Lumajang Jawa Timur. Disebut B29 karena letak puncaknya pada ketinggian 2.900 me...
  • Tips membuat api unggun yang benar dan aman
           Api unggun adalah salah satu hal penting dalam survival ataupun berkemah ketika kita berada di hutan. Api unggun mempunyai fun...
  • 5 hal untuk camp di pantai
    Mendirikan tenda saat liburan bukan hanya dilakukan oleh mereka yang hobi naik gunung. Anak pantai pun juga bisa menikmati liburan dengan ...
  • Gunung Semeru
       Gunung Semeru atau Sumeru adalah sebuah gunung berapi kerucut di Jawa Timur, Indonesia. Gunung Semeru merupakan gunung tertinggi di Pula...
  • Yamaha Minta Rossi dan Lorenzo Berdamai
    Selasa,  10 November 2015  −  15:38 WIB Salah satu petinggi Yamaha meminta Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo berdamai. Harapan itu di...
  • Perlengkapan Untuk Camp
      Untuk Bro dan Sis yang belum mengenal kegiatan petualangan seperti mendaki gunung pasti mengundang pertanyaan klise “ngapain sih naik g...
  • Gunung Gumitir
      Gunung Gumitir (dialek Jawa: gumitèr) merupakan sebuah gunung yang terletak di wilayah perbatasan antara Kabupaten Jember dengan Kabupate...
Powered by Blogger.

Blog Archive

  • ▼  2015 (71)
    • ►  November (4)
    • ►  October (16)
    • ▼  September (51)
      • Tips mudah agar masa jomblo tidak merasa sepi
      • Pantai kondang iwak yang beda dari pantai lainnya
      • Pantai kondang merak
      • Pantai watu leter
      • Inilah pemicu kejadian tragedi di Mina !
      • Lagi, korban tragedi Mina jamaah haji asal Indones...
      • Jusuf Kalla tegaskan Indonesia berkontribusi dalam...
      • Otoritas RI 'lemah' di mata Arab Saudi terkait iba...
      • Gunung Kelud
      • Gunung Gumitir
      • Pantai Clungup
      • Pantai Sukamade yang extreme
      • Badengan Tempat Perkemahan
      • Pantai Slopeng
      • Pantai Jembatan Panjang Malang
      • Pantai Jonggring saloko
      • Pantai Balekambang,Tanah Lot nya Jawa Timur
      • Puncak B29 Wajib Kunjung
      • Pantai Licin
      • Pantai teleng ria pacitan
      • Wisata Pantai Pelang Trenggalek
      • Pantai Popoh Tulungagung
      • Pantai Tambak Rejo,Blitar
      • Pesona Pulau Sempu
      • Coban Rondo Membuat Ingin Kesana Lagi
      • Ranu Kumbolo Surga kecil yang tersembunyi di kaki ...
      • Pantai Bandealit
      • Pantai Watu ulo
      • Pantai Bajul Mati
      • Pantai Pasir putih Situbondo
      • Pantai Ngliyep Tak kenal maka tak sayang
      • Sendang Biru banyak keunikan
      • Berpuasa Arafahlah Sehari Sebelum Lebaran Iduladha...
      • Muhammadiyah Minta DispensasiWaktu bagi yang Rayak...
      • Berita Haji
      • Gunung Semeru
      • Pantai teluk hijau,Pantai Banyuwangi yang tersembunyi
      • Pantai Goa Cina
      • Gunung Penanggungan
      • Wajib Kunjung,Pantai Kedung Tumpang Tulungagung
      • Indahnya Pantai Tanjung Papuma
      • Gunung Arjuna Di mata Jawa Timur
      • Ketahui Tips Ini Sebelum Kamu 'Backpacking' Pindah...
      • Pantai Klayar di Pacitan
      • Pantai Pulau Merah di Banyuwangi
      • Pantai Pelengkung Banyuwangi
      • Hal yang tidak boleh di lakukan saat Camping
      • Perlengkapan Untuk Camp
      • Ini Tips Untuk Trip yang Harus Anda Ketahui
      • Kawah Ijen
      • Gunung Bromo

Follow Us on Facebook

Download

Copyright © kumpulan tempat camping jawa timur | Powered by Blogger
Design by Hardeep Asrani | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Distributed By Gooyaabi Templates